Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
RSS

Kehebatan Syurga Berdasarkan Al-Quran


Allah menciptakan perkara-perkara yang luar biasa indah dan nikmatnya kepada orang-orang yang bertakwa sehingga menurut Nabi Muhammad s.a.w. di syurga itu terdapat apa-apa yang belum pernah dilihat oleh mata dan didengar oleh telinga serta tidak pernah pula terlintas di hati manusia.
Berikut adalah beberapa ayat Al-Quran tentang kehebatan syurga Allah SWT yang sempat saya kumpul :
"Perumpamaan syurga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman); mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka." (Surah Ar-Ra'd; 35)
"Kedua syurga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan." (Surah Ar-Rahman; 48)
"Di dalam kedua syurga itu ada dua buah mata air yang mengalir." (Surah Ar-Rahman; 50)
"Di dalam kedua syurga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan." (Surah Ar-Rahman; 52)
"Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutera. Dan buah-buahan di kedua syurga itu dapat (dipetik) dari dekat." (Surah Ar-Rahman; 54)
"Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin." (Surah Ar-Rahman; 56)
"Di dalam kedua syurga itu ada dua buah mata air yang memancar." (Surah Ar-Rahman; 66)
"Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik." (Surah Ar-Rahman; 70)
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal soleh, bagi mereka syurga-syurga yang penuh kenikmatan..." (Surah Luqman, 8)
"Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal soleh ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dengan izin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam syurga itu ialah "salam"" (Surah Ibrahim; 23)
"Mereka tidak mendengar perkataan yang tak berguna di dalam syurga, kecuali ucapan salam. Bagi mereka rezeki di syurga itu tiap-tiap pagi dan petang." (Surah Maryam; 62)
"Berlumba-lumbalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah kurnia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai kurnia yang besar." (Surah Al-Hadid; 21)
"Di syurga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta." (Surah Yasin; 57)
"(Bagi mereka) syurga 'Adn mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka didalamnya adalah sutera." (Surah Fathir; 33)
"....Syurga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman." (Surah Al-Furqan; 76)
Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami syurga-Mu dengan rahmat dan kasih sayang-Mu. Jadikanlah kami hamba-Mu yang beriman dan bertaqwa. Kami teringin menemui-Mu di syurga. Ampunkahlah dosa-dosa kami.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Manusia. Human. Insan.


Have you ever felt like going back? Have you ever felt regret? As if you could go back to that one point in time, where you wish you'd acted in another way. Or if you didn't say what you ever said.
Or you never did what you ever did, because you knew what you did was wrong, since you had a bad feeling in your heart, telling you that you have erred. And you want to fix things and make everything okay, but you just don't know how...
I'm sure most of us have felt that way, simply because we are human... And the nature of humans, we always make mistakes... And we always do wrong.
As humans, we are full of imperfections... But it is how we handle those imperfections, how we improve ourselves, how we fulfil our responsibilities as a servant and as a caliph in this world that matters in the end...

I am human. I am not perfect

I'm not the best servant of the Almighty God,
I'm not the best daughter,
I'm not the best friend,
I'm not the best leader,
I'm not the best follower,
I'm definitely no angel,
Who never does any wrong.
I have wronged. I have made mistakes. And sometimes I don't know how to go back to that place where everything was right. Sometimes I don't know how to make it right.
But... We try to do good, and try to show a good example as a human being, and do our best so that our flaws and wrongs aren't flaunted to the whole world, not so that people would think us an angel... Not so that we can be called a goody-two-shoes, but because of what the prophet reminded us a long time ago, and his words still prevail:
مَنْ سَنَّ فِي الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ، وَمَنْ سَنَّ فِي الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ

Siapa saja yang mencontohkan di dalam Islam contoh yang baik maka untuknya pahalanya dan pahala siapa saja yang melakukannya setelah dia karena mencontohnya tanpa berkurang pahala mereka sedikitpun. Siapa saja yang mencontohkan di dalam Islam contoh yang buruk maka atasnya dosanya dan dosa siapa saja yang melakukannya setelah dia karena mencontohnya tanpa berkurang dosa mereka sedikitpun. - HR Muslim, Ahmad, Ibn Majah dan An-Nasa'i
Anyone who pointed out in Islam a good example , then for them are their reward and the reward of anyone who do it after them, because of following them; without decreasing their reward in the least. Anyone who pointed out in Islam the bad example , upon them are their sins and the sins of anyone who do so after them, in following them; without decreasing the least of their sins. - Muslim, Ahmad, Ibn Majah dan an-Nasa'i
مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى، كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ، لاَ يُنْقِصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا، وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ، كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ، لاَ يُنْقِصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

Siapa saja yang mengajak pada petunjuk maka untuknya pahala semisal orang yang mengikutinya, hal itu tidak mengurangi pahala mereka sedikitpun. Siapa saja yang mengajak pada kesesatan maka atasnya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya, hal itu tidak mengurangi dosa mereka sedikitpun. - HR Muslim, Ahmad, ad-Darimi, Abu Dawud, Ibn Majah, at-Tirmidzi, Abu Ya'la dan Ibn Hibban
Anyone who invites toward the guide(hidayah) then upon them is the reward of those who follow, it did not reduce their reward in the least. Anyone who calls towards misguidance(dholalah) then upon them is the sin of those who follow them, it did not reduce the least of their sins. - Muslim, Ahmad, ad-Darimi, Abu Dawud, Ibn Majah, at-Tirmidzi, Abu Ya'la dan Ibn Hibban
Dearest readers, if we understand these hadiths holistically, we would be very afraid to do any sins and show it to others, and create a very bad stock exchange and become very poor...
Instead, we would want to show others any good deed we can, so that if they do good just by following us, we would get the reward even if we didn't do it ourselves! Simply by showing a good deed and causing other people to do good as well, it would make us very rich indeed! Not rich here, but in akhirah insyaAllah...
But of course, we must remember that we do good only for Allah and no one else... We try to be a good example not because we want people's approval, but because we want Allah's blessing in our lives.
Allah is our Creator, He knows us more than we do. He knows that we are always forgetful and sometimes disobedient in obeying Him.
But He asks us to hide it, don't show it to others, because the nature of humans, we tend to follow things that happen around us.
If we don't hold tight to our two sources, the Quran and Sunnah, we can easily stray, we can easily follow whatever we see, no matter it is wrong or right, since our minds isn't limitless. It has its shortcomings..
That's why we are asked to hide our aib from other people... We don't only have a responsibility to hide other people's aib, but we have a duty to honor ourselves, and protect our aib and not show it to others...
Because realise it or not, showing a bad example in Islam to other people is as if we are no longer ashamed of our wrongs. What if others follow us? Nauzubillah...
I'm sure we don't want to 'accumulate' a stock of sins just because we were careless to show to other people a sign of our disobedience to He who created us...
We're not the best servant who does too many amal... Therefore we don't want the little amal that we do to be cancelled out by that worthless stock that we 'bought'...
However, we do realise that we can try our best, but sometimes our faults can be seen clearly by other people. Only in Allah lies perfection. May our flaws become a reminder to us, that we are weak, we are forgetful, we are full of weaknesses.
We embrace our flaws, but we don't cherish it and enjoy it. Instead, we strive to become better each and everyday... So that we can truly fulfill our purpose of life which is as a servant of Allah and as a khalifah on the land of Earth.

A Chance

Sometimes, we just need to give ourselves a chance.
A chance to live.
A chance to return to who we truly are.
A chance to return to fitrah...
We continue to move on because we have that hope...
The hope that He promised us.
Even though we always forget him,
Even though He isn't the one we put first on the list,
that hope is always there whenever we seek it.
Here is the hope:

قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي، غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ مِنْكَ وَلاَ أُبَالِي، يَا ابْنَ آدَمَ، لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي، غَفَرْتُ لَكَ، يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا، ثُمَّ لَقِيْتَنِي لاَ تُشْرِكُ بِي شَيْئاً، لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً - رَوَاهُ التَّرْمِذِيُّ وَقَالَ: حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
From Anas, radiyallahu 'anhu, who said: I heard the Messenger of Allah, sallallahu 'alayhi wasallam, say:

"Allah the Almighty has said:
'O son of Adam, so long as you call upon Me, and hope in Me, I shall forgive you for what you have done, and I shall not mind.

O son of Adam, were your sins to reach the clouds in the sky and were you then to ask forgiveness of Me, I shall forgive you.

O son of Adam, were you to come to Me with an earthful of sins and were you then to face Me, without having associated anything with Me,

I shall grant you an earthful of pardon.' "

(Recorded by Al-Tirmidhi, who said that it is a good and sound hadith)

Forgives Us Allah

He asks us to come to Him...
Come, and ask His forgiveness, for He would never hesitate to give it...
As long as we don't enjoin Him with others.
But sometimes, we forget ourselves.
We forget who we are,
And we forget to ask.
Are we too proud to ask?
Are we too proud?
Are we too arrogant?
Are we too forgetful?
Forgive us ya Allah...
Give us Your protection from all our wrongdoings and imperfections
Give us strength to be steadfast in this path
Let our flaws be a reminder to us
That we are only Your servants and nothing more
Grant us your bless and love,
For only You are the Most Gracious, Most Merciful, Most Forgiving...
May there always be a way back, whenever we do wrong, whenever we stray from the path of rightness. Amin.
Kita hanya manusia, dan manusia sering terlupa. Marilah mengingatkan sesama kita, moga berjumpa di syurga~

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Itik dan Kura-Kura


Terdapat dua ekor itik dan seekor kura-kura yang bersahabat baik tinggal di suatu kawasan yang semakin kering dek kemarau panjang. Binatang-binatang yang bermastautin di situ telah lama meninggalkan tempat tersebut memandangkan semakin hari semakin sukar untuk mendapatkan makanan dan minuman. Semua kolam kering dan tumbuh-tumbuhan semakin kekuningan dimamah sinaran mentari yang hangat membahang.
Disebabkan keadaan semakin mendesak, maka dua ekor itik itupun telah berpakat dan mengambil keputusan untuk berpindah ke kawasan yang lebih lembab dan berair. Kura-kura berasa risau memandangkan sahabat baiknya ingin meninggalkan tempat tersebut. Dengan keadaannya yang bergerak lambat dan tidak boleh terbang seperti mereka, agak mustahil untuk dirinya mengikuti jejak langkah mereka. Maka dia pun berkatalah kepada kedua-dua ekor itik tersebut.
"Kalian hendak berpindah, nanti aku akan mati kekeringan di sini. Aku tidak mampu terbang mengikutimu mencari tempat yang lebih baik. "
"Hmmm.. betul juga kata kamu Si Kura-Kura. Owh, tidak mengapa jika kamu mahu, kami boleh membantu kamu untuk sama-sama berpindah," ujar salah seekor itik tersebut setelah berfikir seketika.
"Bagaimana?" balas kura-kura kembali.
"Kami berdua akan menggigit sebatang kayu dan kamu juga mesti menggigit kayu itu untuk sampai ke destinasi kita dengan selamat. Bagaimana, kamu setuju?" Soal itik.
"Owh, kalau begitu aku setuju," kura-kura memberi persetujuan tanpa berbelah bagi.
Maka terbanglah kedua-dua ekor itik itu mencari tempat tinggal baru bersama kura-kura. Tiba-tiba sedang melalui suatu kawasan, ada beberapa orang budak nakal yang mengejek kura-kura.
"Hei kura-kura! Ada hati nak terbang tinggi. Engkau tu dah memang semulajadinya tidak boleh terbang, ada hati nak terbang tinggi macam itik. "
Kura-kura berasa geram dan marah dengan ejekan tersebut, tetapi dia masih tidak berkata apa-apa kerana dia tahu jika dia membuka mulut pasti dia akan terjatuh.
Kedua-dua itik tersebut terus terbang meninggalkan mereka tanpa mempedulikan ejekan budak-budak itu. Setelah penat terbang mencari destinasi impian, mereka melalui satu lagi kawasan yang dipenuhi dengan budak-budak yang sedang bermain. Mereka begitu kagum dengan keberanian dan kesungguhan kura-kura.
"Kura-kura, kami kagum dengan semangat yang ditunjukkan oleh kamu. Walaupun kamu tidak boleh terbang, tetapi kamu berusaha dengan gigih dan mahu ditolong oleh sahabat-sahabat mu, " jerit mereka kepada kura-kura.
Disebabkan teruja dengan pujian budak-budak tersebut, maka kura-kura pun membuka mulutnya untuk menjawab pujian budak-budak itu.
'ALHAMDULILLAH, aku ingin pergi ke tempat yang lebih baik dan berair bersama itik-itik"
Sebelum sempat menghabiskan kata-katanya, maka jatuhlah kura-kura itu ke atas tanah dan berkecailah badannya.
Begitulah berakhirnya kisah Itik dan Kura-Kura. Apabila dikeji, dihina, kura-kura begitu kuat tetapi kura-kura yang dulu bersemangat kental akhirnya mati menyembah bumi dek kerana sedikit pujian.
Begitu juga dengan kita, kita akan kuat apabila dihina dan diberi pelbagai tohmahan tetapi kita mudah terbuai dengan puji-pujian. Dalam kehidupan ini, kita janganlah cepat lemah dengan kejian, dan cepat riak dengan hanya sedikit pujian.Sebaliknya sentiasa bersyukur dan jadikan setiap kejian, umpatan dan fitnah tersebut sebagai sumber kekuatan kita untuk terus berjaya. Dan jika kita dipuji, janganlah pula berasa riak. Sebaliknya kembalilah segala pujian tersebut kepada-Nya, kerana tanpa keizinan-Nya tidak mungkin kita mampu memiliki apa yang kita usahakan.
Awal pujian adalah lembah kehinaan. Janganlah kita mudah terbuai dengan pujian yang diberikan, kelak kita yang akan binasa.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

TAQWA itu apa??


Kalimah 'Taqwa' asal maknanya adalah mengambil tindakan penjagaan dan memelihara dari sesuatu yang mengganggu dan memudaratkan.
Menurut Syara', 'Taqwa' bererti : "Menjaga dan memelihara diri dari siksa dan murka Allah Ta'ala dengan jalan melaksanakan perintah-perintahNya, taat kepadaNya dan menjauhi larangan-laranganNya serta menjauhi perbuatan maksiat".[2]
Rasulullah s.a.w. pernah menjelaskan hakikat taqwa dengan sabda baginda yang bermaksud :
"Mentaati Allah dan tidak mengingkari perintah-Nya, sentiasa mengingati Allah dan tidak melupainya, bersyukur kepada-Nya dan tidak mengkufuri nikmat-Nya". ( Riwayat Imam Bukhari dari Abdullah bin Abbas rha. )
Saidina Umar r.a. pernah bertanya kepada seorang sahabat yang lain bernama Ubai bin Ka'ab r.a. makna taqwa. Lalu Ubai bertanya kepada Umar : "Adakah engkau pernah melalui satu jalan yang berduri? Jawab Umar: "Ya". Tanya Ubai lagi: "Apakah yang kamu lakukan untuk melalui jalan tersebut?".
Jawab Umar : "Aku melangkah dengan waspada dan berhati-hati". Balas Ubai : "Itulah yang dikatakan taqwa".
Menurut Ibnu Abbas r.a. : "Al-Muttaqin (yakni orang-orang bertaqwa) ialah orang-orang beriman yang memelihara diri mereka dari mensyirikkan Allah dan beramal menta'atiNya".
Menurut Hasan al-Basri : "Orang-orang bertaqwa ialah orang-orang yang memelihara diri dari melakukan perkara yang diharamkan Allah dan mengerjakan apa yang difardhukan Allah ke atas mereka".
Berkata Abu Yazid al-Bustami : "Orang bertaqwa ialah seorang yang apabila bercakap, ia bercakap kerana Allah dan apabila ia beramal, ia beramal kerana Allah".
Martabat Taqwa
Menurut Al-'Allamah Mustafa al-Khairi al-Manshuri, taqwa ini mempunyai tiga martabat;
Martabat pertama : Membebaskan diri dari kekufuran
Inilah yang diisyaratkan oleh Allah dengan "Kalimat at-Taqwa" dalam firmanNya :
"...lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mu'min dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat taqwa ...". (Surah Al-Fath. Ayat : 26)
Maksud kalimah at-Taqwa dalam ayat di atas ialah kalimah : "لا إله إلا الله محمد رسول الله" atau dua kalimah syahadah. Kalimah ini merupakan kalimah iman yang menjadi asas atau punca kepada taqwa.
Martabat kedua : Menjauhkan diri dari segala perkara yang membawa kepada dosa.
Martabat ketiga : Membersihkan batin (hati) dari segala yang menyibukkan atau melalaikan diri dari Allah swt.
Martabat yang ketiga inilah yang dimaksudkan oleh firman Allah;
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati melainkan kamu menyerah diri ( kepada Allah swt )." (Surah Ali Imran. Ayat : 102)
Muslim yang Berjuang dan Bertaqwa
Merentasi era peradaban modern yang menyaksikan keruntuhan akhlak , moral dan aqidah ummah kini di paras bahaya , memerlukan kuasa taqwa yang tinggi untuk kembali membina struktur asas ummat Islam yang kian runtuh .
Taqwa adalah formula tepat untuk memproses penawar bagi memulihkan kecederaan iman yang sangat parah dewasa kini, khasnya dikalangan mereka yang mengaku muslim .
Kecederaan teruk di bahagian iman inilah yang meletakkan ummat Islam turut terjebak dalam kancah perlecehan akhlak, moral dan aqidah.
Saksikanlah, bagaimana dunia kini amnya dan negara kita khasnya dilanda kehancuran peradaban Insaniyyah, sehingga hilang peri kemanusiaan sebaliknya peri kebinatangan menguasai minda sebahagian besar ummat manusia.
Menyedari realiti dunia dan ummah hari ini, marilah kita mengambil kesempatan daripada ibadah puasa yang dijalani sebulan di bulan Ramadhan untuk membina syakhsiyyah muslim yang berjuang dan bertaqwa dengan mendidik jiwa, minda dan seluruh pancaindera agar tunduk dan patuh kepada Allah swt. serta siap untuk menjunjung tinggi segala tanggungjawab mempertahan dan memperjuangkan Islam di persada alam ini .
Kitalah selayaknya memikul tanggungjawab sebagai pejuang untuk menyelamatkan diri , dunia dan ummah dari bahana syahwah yang menyimpang jauh dari Manhaj Ilahi .
Pejuang yang dilengkapi sifat taqwa yang mantap sebagai alat keselamatan dan asas kekuatan diri demi memenangi pertembungan antara iman dan kufur , hak dan bhatil serta islam dan jahiliyyah.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS